<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kantor Litbang &#38; PDE Kab. Tasikmalaya</title>
	<atom:link href="http://litbangkabtasik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Jul 2011 16:21:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='litbangkabtasik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kantor Litbang &#38; PDE Kab. Tasikmalaya</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://litbangkabtasik.wordpress.com/osd.xml" title="Kantor Litbang &#38; PDE Kab. Tasikmalaya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://litbangkabtasik.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Potensi Udang Galah di Cisayong</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/09/02/potensi-udang-galah-di-cisayong/</link>
		<comments>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/09/02/potensi-udang-galah-di-cisayong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ambu Kaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cisayong]]></category>
		<category><![CDATA[Gerbang Umpan]]></category>
		<category><![CDATA[PPK-IPM]]></category>
		<category><![CDATA[Tasikmalaya]]></category>
		<category><![CDATA[Udang galah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://litbangkabtasik.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[ Potensi Udang Galah di Cisayong Oleh : Diamond/Priangan Online GELIAT pembesaran udang  galah, kelompok Bio Tirta &#8212; peserta kegiatan pe­ngem­bangan usaha masya­rakat petani ikan (Gerbang Umpan) &#8212; yang disokong Program Pendanaan Kompetitif &#8211; Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM), mulai menunjukkan perkembangan menggembirakan.Indikasinya, Indeks Daya Beli di Kabupaten Tasikmalaya, secara bertahap ikut terdorong. Salah satu wilayah pe­ngembangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=118&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"> <strong>Potensi Udang Galah di Cisayong</strong></p>
<p style="text-align:center;">Oleh : Diamond/Priangan Online</p>
<p><a class="gambar" href="http://www.prianganonline.com/images/wajah/ppk-BIOTIRTA.gif" target="_blank"></a></p>
<p><strong>GELIAT</strong> pembesaran udang  galah, kelompok Bio Tirta &#8212; peserta kegiatan pe­ngem­bangan usaha masya­rakat petani ikan (Gerbang Umpan) &#8212; yang disokong Program Pendanaan Kompetitif &#8211; Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM), mulai menunjukkan perkembangan menggembirakan.Indikasinya, Indeks Daya Beli di Kabupaten Tasikmalaya, secara bertahap ikut terdorong.</p>
<p>Salah satu wilayah pe­ngembangan budidaya perikanan air tawar di Ka­bupaten Tasikmalaya ada­lah Kecamatan Cisayong, hal ini dikarenakan memiliki sumberdaya alam yang sangat mendukung bagi pengembangan budidaya perikanan diantaranya adalah ketersediaan air yang memadai sepanjang tahun. <span id="more-118"></span></p>
<p>Pengembangan komoditas perikanan di Kecamatan Cisayong salah satunya adalah pengembangan Udang Galah. Hal ini dikarenakan permintaan Kota Jakarta dan Jogjakarta pada komoditas tersebut cukup tinggi sekitar 1 Ton per bulan. Salah satu kelompok yang dibina oleh Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan adalah Kelompok Biotirta. Kelompok ini merupakan peserta kegiatan Gerakan Pengembangan Usaha Masyarakat Petani Ikan (Gerbang Umpan) PPK-IPM TA. 2008.</p>
<p>Kelompok Biotirta berlokasi di Kampung Sukahideng Desa Cisayong Kecamatan Cisayong. Bidang usaha yang dilakukan kelompok adalah Pembesaran udang Galah. Saat ini kelompok dipimpin oleh Drs. Endang Firdaus sebagai ketua dan Budi Taufik sebagai sekertaris. Luas lahan yang dikelola oleh kelompok seluas 5 Hekta dengan jumlah anggota sebanyak 20 orang.<br />
Fasilitas yang diterima oleh Kelompok dari kegiatan PPK-IPM berupa Pakan Udang Galah dan modal untuk pembelian sarana produksi.</p>
<p>Sarana produksi yang diperlukan berupa Tokolan, Pupuk dan kapur. Kegiatan yang dilakukan kelompok saat ini berupa usaha pembesaran udang galah dan peningkatan kinerja kelompok dimana dilakukan pertemuan kelompok secara rutin.</p>
<p>Pembesaran Udang Galah yang dilakukan di Kelompok Biotirta terdiri dari dua macam kegiatan yaitu Pembesaran dari Tokolan (Udang ukuran 2-3 cm) dan Pembesaran dari Torolok (Udang ukuran 70-80 ekor/Kg). Untuk memenuhi kebutuhan terhadap Tokolan Udang Galah, kelompok mendatangkan dari daerah Wado Sumedang dan Pamarican Ciamis. Pada saat ini untuk menghilangkan ketergantungan terhadap Tokolan dari luar daerah telah dilakukan produksi tokolan dari Benur yang didatangkan dari Bali, Jogjakarta dan Pamarican Banjar.</p>
<p>Produksi Udang Galah yang dihasilkan oleh Kelompok Biotirta pada awal program mencapai 200 kg/bulan, sedangkan saat ini produksi rata-rata mencapai 700 kg/bulan. Pemasaran yang dilakukan pada umumnya melalui Pedagang pengumpul yang berasal dari Sumedang dan Pamarican yang dikirimkan ke rumah makan sekitar wilayah kota Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta.</p>
<p>Pembagian keuntungan dari anggota yang mengikuti kegiatan ini adalah 70% untuk pembudidaya, 20% dana perguliran, dan 10% untuk pemasaran. Pendapatan anggota kelompok bervariasi tergantung keadaan musim dan ketersediaan air di wilayah perkolaman. Keuntungan yang didapatkan anggota pada pembesaran Udang Galah mencapai Rp. 2.000.000/penanaman. Sehingga didapatkan penambahan penghasilan yang cukup untuk kepentingan kebutuhan keluarga.</p>
<p>Sampai saat ini (Agustus 2008) dana perguliran yang berhasil dikumpulkan oleh kelompok berjumlah Rp. 8.054.000 dan disimpan di rekening Bank. Usaha kelompok untuk memenuhi kebutuhan terhadap Udang Galah yaitu dengan penambahan jumlah anggota yang berasal dari luar wilayah yang dekat dengan Kecamatan Cisayong dan cocok ditanami udang galah yaitu wilayah Kecamatan Rajapolah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/litbangkabtasik.wordpress.com/118/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/litbangkabtasik.wordpress.com/118/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/litbangkabtasik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/litbangkabtasik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/litbangkabtasik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/litbangkabtasik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/litbangkabtasik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/litbangkabtasik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/litbangkabtasik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/litbangkabtasik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/litbangkabtasik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/litbangkabtasik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/litbangkabtasik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/litbangkabtasik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/litbangkabtasik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/litbangkabtasik.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=118&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/09/02/potensi-udang-galah-di-cisayong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98990700cdf176b6bc4afa16632c4e0e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ambu Kaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>www.tasikmalayakab.go.id Diluncurkan Secara Resmi</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/08/27/wwwtasikmalayakabgoid-diluncurkan-secara-resmi/</link>
		<comments>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/08/27/wwwtasikmalayakabgoid-diluncurkan-secara-resmi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 06:26:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ambu Kaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<category><![CDATA[www.tasikmalayakab.go.id.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://litbangkabtasik.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Website Resmi Pemkab Tasikmalaya www.tasikmalayakab.go.id telah secara resmi diluncurkan hari Rabu ini (27/8) bertempat di Op Room Setda Kabupaten Tasikmalaya, dalam acara &#8220;Launching Website Resmi Pemkab Tasikmalaya. Acara yang dibuka oleh Asisten Administrasi Setda Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Yadi Yuliadi, MM., dihadiri oleh tamu undangan yang terdiri dari Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=112&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Website Resmi Pemkab Tasikmalaya <a href="blank"><strong><span style="color:#006633;">www.tasikmalayakab.go.id</span></strong></a> telah secara resmi diluncurkan hari Rabu ini (27/8) bertempat di Op Room Setda Kabupaten Tasikmalaya, dalam acara &#8220;Launching Website Resmi Pemkab Tasikmalaya.<span id="more-112"></span></p>
<p>Acara yang dibuka oleh Asisten Administrasi Setda Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Yadi Yuliadi, MM., dihadiri oleh tamu undangan yang terdiri dari Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan para Camat se Wilayah Kabupaten Tasikmalaya.</p>
<p>Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Administrasi, Bupati Tasikmalaya berharap agar Website Resmi Pemkab Tasikmalaya yang berubah nama domain menjadi <a href="blank"><strong><span style="color:#006633;">www.tasikmalayakab.go.id</span></strong></a> dapat menjadi media informasi dan komunikasi yang informatif, responsif dan dinamis sebagai sarana pelayanan prima Pemkab Tasikmalaya kepada masyarakat.</p>
<p>Bupati juga meminta agar semua SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya agar dapat secara aktif memberikan kontribusi dan dukungannya terutama dalam penyediaan data dan informasi yang akurat dan berkesinambungan sehingga dapat memenuhi setiap kebutuhan masyarakat dalam ketersediaan informasi.</p>
<p>Ketersediaan data informasi diharapkan dapat mengundang minat para pengunjung web untuk dapat mengunjungi objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, atau melakukan aktivitas bisnis serta menanamkan modalnya di wilayah Kabupaten Tasikmalaya</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/litbangkabtasik.wordpress.com/112/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/litbangkabtasik.wordpress.com/112/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/litbangkabtasik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/litbangkabtasik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/litbangkabtasik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/litbangkabtasik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/litbangkabtasik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/litbangkabtasik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/litbangkabtasik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/litbangkabtasik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/litbangkabtasik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/litbangkabtasik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/litbangkabtasik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/litbangkabtasik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/litbangkabtasik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/litbangkabtasik.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=112&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/08/27/wwwtasikmalayakabgoid-diluncurkan-secara-resmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98990700cdf176b6bc4afa16632c4e0e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ambu Kaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Workshop &#8220;Kajian Sistem Manajemen Sampah Terpadu (SIMASTER)&#8221;</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/08/27/workshop-kajian-sistem-manajemen-sampah-terpadu-simaster/</link>
		<comments>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/08/27/workshop-kajian-sistem-manajemen-sampah-terpadu-simaster/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 06:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ambu Kaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tasikmalaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeloaan Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[SIMASTER]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://litbangkabtasik.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Kantor Litbang dan PDE Kabupaten Tasikmalaya, bekerjasama dengan Lembaga Penelitian UNPAD, telah mengadakan workshop Terapan Hasil Penelitian dan pengembangan Bidang Lingkungan Hidup, dengan judul Kajian Sistem Manajemen Sampah Terpadu (SIMASTER), pada hari Jumat, 22 Agustus 2008, bertempat di aula Gedung Putih. Acara yang dibuka oleh Kepala Kantor Litbang dan PDE Drs. Nana Sujana, M.Si. yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=110&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:verdana,geneva;"><span style="font-size:xx-small;"><span style="color:#000000;">Kantor Litbang dan PDE Kabupaten Tasikmalaya, bekerjasama dengan Lembaga Penelitian UNPAD, telah mengadakan workshop Terapan Hasil Penelitian dan pengembangan Bidang Lingkungan Hidup, dengan judul Kajian Sistem Manajemen Sampah Terpadu (SIMASTER), pada hari Jumat, 22 Agustus 2008, bertempat di aula Gedung Putih.</span> <span id="more-110"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-family:verdana,geneva;"><span style="color:#000000;">Acara yang dibuka oleh Kepala Kantor Litbang dan PDE Drs. Nana Sujana, M.Si. yang mewakili Bupati Tasikmalaya tersebut menampilkan dua orang pembicara dari Universitas Padjadjaran, yaitu Ir. H. Rochadi Tawaf, MS dan Ir. Aprianto.</span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-family:verdana,geneva;"><span style="color:#000000;">Sebagai hasil kajian dalam Workshop tersebut, kedua pembicara menyatakan bahwa pengelolaan sampah di Kabupaten Tasikmalaya masih dilakukan secara <em>business as usual</em> (konvensional), yaitu dengan cara angkut, buang, bakar dan timbun, dengan memanfaatkan infrastruktur dan peralatan yang belum memadai untuk menunjang pengelolaan sampah secara terpadu. Di samping itu, peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampahpun masih kurang optimal. Hal ini disebabkan masih rendahnya pengetahuan praktis masyarakat dalam hal pengolahan sampah.</span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-family:verdana,geneva;"><span style="color:#000000;">Berdasarkan hasil kajian di atas, disimpulkan bahwa penanganan pengelolaan sampah di Kabupaten Tasikmalaya diperlukan adanya suatu Model Sistem Manajemen Pengelolaan Sampah Terpadu (SIMASTER) yang dapat dijadikan program unggulan pengelolaan sampah sebagai penunjang pengembangan pertanian organik yang dikelola oleh SKPD terkait sebagaimana visi Kabupaten Tasikmalaya, yaitu “Kabuapaten Tasikmalaya yang religius Islami, sebagai kabupaten yanhg maju dan sejahtera serta kompetitif dalam bidang agribisnis di Jawa Barat Tahun 2010”.</span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-family:verdana,geneva;"><span style="color:#000000;">Hasil Workshop juga menyarankan agar disusun Masterplan pengelolaan sampah secara terpadu  yang sesuai dengan kondisi biofisik dan sosial  ekonomi di Kabupaten Tasikmalaya.</span> </span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/litbangkabtasik.wordpress.com/110/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/litbangkabtasik.wordpress.com/110/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/litbangkabtasik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/litbangkabtasik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/litbangkabtasik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/litbangkabtasik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/litbangkabtasik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/litbangkabtasik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/litbangkabtasik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/litbangkabtasik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/litbangkabtasik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/litbangkabtasik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/litbangkabtasik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/litbangkabtasik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/litbangkabtasik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/litbangkabtasik.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=110&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/08/27/workshop-kajian-sistem-manajemen-sampah-terpadu-simaster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98990700cdf176b6bc4afa16632c4e0e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ambu Kaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Menkominfo, Perihal Penghentian Penerbitan Izin Baru dan perpanjangan Kanal Radio</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/08/13/surat-menkominfo-perihal-penghentian-penerbitan-izin-baru-dan-perpanjangan-kanal-radio/</link>
		<comments>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/08/13/surat-menkominfo-perihal-penghentian-penerbitan-izin-baru-dan-perpanjangan-kanal-radio/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 03:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>litbangkabtasik</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://litbangkabtasik.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Berkenaan dengan Surat Menkominfo, tanggal 17 Juli 2008, Nomor 161/M.Kominfo/7/2008, Perihal Penghentian Penerbitan Izin Baru dan Perpanjangan Kanal Radio untuk LPS Radio dan TV Siaran Serta Izin Frekuensi Radio Untuk Keperluan Komunikasi Radio Lainnya, bahwa Kementrian Kominfo mengharapkan Pemerintah Daerah untuk tidak menerbitkan Izin Baru dan Perpanjangan Kanal Radio sebagaimana tersebut dalam Perihal Surat. Untuk lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=89&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://litbangkabtasik.files.wordpress.com/2008/08/kantor-litbang51.jpg"></a></p>
<p>Berkenaan dengan Surat Menkominfo, tanggal 17 Juli 2008, Nomor 161/M.Kominfo/7/2008, Perihal Penghentian Penerbitan Izin Baru dan Perpanjangan Kanal Radio untuk LPS Radio dan TV Siaran Serta Izin Frekuensi Radio Untuk Keperluan Komunikasi Radio Lainnya, bahwa Kementrian Kominfo mengharapkan Pemerintah Daerah untuk tidak menerbitkan Izin Baru dan Perpanjangan Kanal Radio sebagaimana tersebut dalam Perihal Surat.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, dapat diklik pada :</p>
<p><a href="http://litbangkabtasik.files.wordpress.com/2008/08/surat-menkominfo1.pdf">surat-menkominfo1</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/litbangkabtasik.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/litbangkabtasik.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/litbangkabtasik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/litbangkabtasik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/litbangkabtasik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/litbangkabtasik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/litbangkabtasik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/litbangkabtasik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/litbangkabtasik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/litbangkabtasik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/litbangkabtasik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/litbangkabtasik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/litbangkabtasik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/litbangkabtasik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/litbangkabtasik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/litbangkabtasik.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=89&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/08/13/surat-menkominfo-perihal-penghentian-penerbitan-izin-baru-dan-perpanjangan-kanal-radio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9e23bdb01e8f6b513e6e34ae35a3387?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">litbangkabtasik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumber Luapan Air Panas di Kecamatan Pagerageung</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/07/17/sumber-luapan-air-panas-di-kecamatan-pagerageung/</link>
		<comments>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/07/17/sumber-luapan-air-panas-di-kecamatan-pagerageung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 07:10:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>litbangkabtasik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://litbangkabtasik.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Kamis 10 Juli 2008, Kasie Infrastruktur Wilayah, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Drs. Bangbang Suryana beserta para stafnya, didampingi seorang Staf Kecamatan Pagerageung, dua orang Staf Desa Puteran meninjau lokasi sumber luapan air panas Ke Dusun Tabrik Desa Puteran Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=46&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Kamis 10 Juli 2008, Kasie Infrastruktur Wilayah, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Drs. Bangbang Suryana beserta para stafnya, didampingi seorang Staf Kecamatan Pagerageung, dua orang Staf Desa Puteran meninjau lokasi sumber luapan air panas Ke Dusun Tabrik Desa Puteran Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.</p>
<p><a href="http://litbangkabtasik.files.wordpress.com/2008/07/100-0049.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-51" src="http://litbangkabtasik.files.wordpress.com/2008/07/100-0049.jpg?w=239&#038;h=196" alt="" width="239" height="196" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/litbangkabtasik.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/litbangkabtasik.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/litbangkabtasik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/litbangkabtasik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/litbangkabtasik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/litbangkabtasik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/litbangkabtasik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/litbangkabtasik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/litbangkabtasik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/litbangkabtasik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/litbangkabtasik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/litbangkabtasik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/litbangkabtasik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/litbangkabtasik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/litbangkabtasik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/litbangkabtasik.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=46&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/07/17/sumber-luapan-air-panas-di-kecamatan-pagerageung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9e23bdb01e8f6b513e6e34ae35a3387?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">litbangkabtasik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://litbangkabtasik.files.wordpress.com/2008/07/100-0049.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prakiraan Tinggi Gelombang Laut Tanggal 7 Juli &#8211; 13 Juli 2008</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/07/09/prakiraan-tinggi-gelombang-laut-tanggal-7-juli-13-juli-2008/</link>
		<comments>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/07/09/prakiraan-tinggi-gelombang-laut-tanggal-7-juli-13-juli-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 05:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>litbangkabtasik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://litbangkabtasik.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan Surat Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika, tanggal 7 Juli 2008, bahwa terdapat prakiraan meningkatnya tinggi gelombang laut di Perairan Indonesia pada tanggal 7 Juli sampai dengan 13 Juli 2008. Untuk wilayah perairan Tasikmalaya bagian selatan, prakiraan peningkatan tinggi gelombang laut dapat terjadi sebagai berikut : Tanggal 7 Juli 2008 : Gelombang dapat terjadi 3,0 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=31&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasarkan Surat Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika, tanggal 7 Juli 2008, bahwa terdapat prakiraan meningkatnya tinggi gelombang laut di Perairan Indonesia pada tanggal 7 Juli sampai dengan 13 Juli 2008. Untuk wilayah perairan Tasikmalaya bagian selatan, prakiraan peningkatan tinggi gelombang laut dapat terjadi sebagai berikut :<span id="more-31"></span></p>
<ul>
<li>Tanggal 7 Juli 2008 : Gelombang dapat terjadi 3,0 m s.d. 5,0 m, yaitu mulai perairan Banten hingga Selatan Bali (Berbahaya bagi semua jenis kapal)</li>
<li>Tanggal 8 Juli 2008 : Gelombang dapat terjadi 3,0 m s.d. 5,0 m, yaitu mulai Perairan Selatan Banten hingga Selatan Nusa Tenggara Timur (Berbahaya bagi semua jenis kapal)</li>
<li>Tanggal 9 Juli 2008 : Gelombang dapat terjadi 3,0 m s.d. 6,0 m, yaitu mulai Perairan Selatan Jawa Barat hingga Selatan Nusa Tenggara Timur (Berbahaya bagi semua jenis kapal)</li>
<li>Tanggal 10 Juli 2008 : Gelombang dapat terjadi 3,0 m s.d. 6,0 m, yaitu mulai Periran Selatan Jawa Barat hingga Selatan Nusa Tenggara Timur (Berbahaya bagi semua jenis kapal)</li>
<li>Tanggal 11 Juli 2008 : Gelobang dapat terjadi 3,0 m s.d. 5,0 m, yaitu di Perairan Selatan Jawa Barat (Berbahaya bagi semua jenis kapal)</li>
</ul>
<p>Prakiraan ketinggian gelombang hendaknya dapat dijadikan acuan bagi para nelayan atau penduduk sekitar pantai agar dapat meningkatkan kewaspadaannya terhadap bahaya gelombang tersebut.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/litbangkabtasik.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/litbangkabtasik.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/litbangkabtasik.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/litbangkabtasik.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/litbangkabtasik.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/litbangkabtasik.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/litbangkabtasik.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/litbangkabtasik.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/litbangkabtasik.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/litbangkabtasik.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/litbangkabtasik.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/litbangkabtasik.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/litbangkabtasik.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/litbangkabtasik.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/litbangkabtasik.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/litbangkabtasik.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=31&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/07/09/prakiraan-tinggi-gelombang-laut-tanggal-7-juli-13-juli-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9e23bdb01e8f6b513e6e34ae35a3387?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">litbangkabtasik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nama Penemu Benda-Benda Penting di Seluruh Dunia</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/17/nama-penemu-benda-benda-penting-di-seluruh-dunia/</link>
		<comments>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/17/nama-penemu-benda-benda-penting-di-seluruh-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 05:16:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>litbangkabtasik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://litbangkabtasik.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Penemu Mesin uap Adalah James Watt Berasal dari Negara Inggris Penemu Mesin 4 tak Adalah Nicolaus Otto Berasal dari Negara Jerman Penemu Mesin diesel Adalah Rudolf Diesel Berasal dari Negara Jerman Penemu Mesin cetak Adalah Johannes Guttenberg Berasal dari Negara Jerman Penemu Mesin ketik Adalah Christopher Sholes Berasal dari Negara Amerika Penemu Radio Adalah C. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=30&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penemu Mesin uap Adalah James Watt Berasal dari Negara Inggris<br />
Penemu Mesin 4 tak Adalah Nicolaus Otto Berasal dari Negara Jerman<br />
Penemu Mesin diesel Adalah Rudolf Diesel Berasal dari Negara Jerman</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<p>Penemu Mesin cetak Adalah Johannes Guttenberg Berasal dari Negara Jerman<br />
Penemu Mesin ketik Adalah Christopher Sholes Berasal dari Negara Amerika<br />
Penemu Radio Adalah C. Marconi Berasal dari Negara Italia<br />
Penemu Televisi Adalah J.L. Baird &amp; C.F. Jenkins Berasal dari Negara Amerika<br />
Penemu Telegrap Adalah Samuel F.B. Morse Berasal dari Negara Amerika Serikat<br />
Penemu Telepon Adalah Alexander Graham Bell Berasal dari Negara Amerika Serikat (Versi Lama)<br />
Penemu Telepon Adalah Antonio Meucci Berasal dari Negara Italia (Versi Baru)<br />
Penemu Dinamo Adalah Michael Faraday Berasal dari Negara Inggris<br />
Penemu Elektromagnet Adalah Williarn Sturgeon Berasal dari Negara Inggris<br />
Penemu Bola lampu Adalah Thomas Alva Edison Berasal dari Negara Amerika Serikat<br />
Penemu Proyektor film Adalah Thomas Alva Edison Berasal dari Negara Amerika Serikat<br />
Penemu Piringan hitam Adalah Alexander Graham Bell Berasal dari Negara Amerika Serikat<br />
Penemu Batu baterai Adalah Volta Berasal dari Negara Italia<br />
Penemu Termometer Adalah Galileo Galilei Berasal dari Negara Italia<br />
Penemu Korek api Adalah Robert Boyle, John Walker Berasal dari Negara<br />
Penemu Kapal api Adalah Robert Fulton Berasal dari Negara Amerika Serikat<br />
Penemu Kapal selam Adalah Cornelius van Drebbel Berasal dari Negara Belanda<br />
Penemu Sinar Rontgen Adalah Wilhelm Conrad Rontgen Berasal dari Negara Jerman<br />
Penemu Stetoskop Adalah Rene Laennec Berasal dari Negara<br />
Penemu Lensa Adalah Anthony Van Leuwenhook Berasal dari Negara Belanda<br />
Penemu Mikroskop Adalah Zacharias Janssen Berasal dari Negara<br />
Penemu Teleskop Adalah H. Lippershey Berasal dari Negara<br />
Penemu Kamera Adalah Louis Jacques Monde da Guerre &amp; Edwin Land Berasal dari Negara Amerika<br />
Penemu Pesawat terbang Adalah Wilbur dan 0. Wright Berasal dari Negara Amerika<br />
Penemu Kereta api Adalah Murdocks Berasal dari Negara Inggris<br />
Penemu Sepeda Adalah Civrac Berasal dari Negara Prancis<br />
Penemu Balon terbang Adalah Sir F. Whittle Berasal dari Negara<br />
Penemu Balon karet Adalah Josep dan J. Montgolfier Berasal dari Negara<br />
Penemu Ban karet Adalah Charles Goodyear Berasal dari Negara Amerika<br />
Penemu Barometer Adalah Evangelista, Torricelli Berasal dari Negara Italia<br />
Penemu Dinamit Adalah Alfred Nobel Berasal dari Negara Swedia<br />
Penemu Lensa kaca mata Adalah Benyamin Franklin Berasal dari Negara<br />
Penemu Mesin hitung Adalah Blaise Pascal Berasal dari Negara Prancis<br />
Penemu Mobil Adalah Gottlich Daimler Berasal dari Negara<br />
Penemu Motor Adalah Nikola Tesla Berasal dari Negara<br />
Penemu Tank Adalah Sir Ernest Swinton Berasal dari Negara Inggris<br />
Penemu Traktor Adalah Benyamin Holt Berasal dari Negara<br />
Penemu Tangga jalan Adalah Elis G. Otis Berasal dari Negara<br />
Penemu Kawat pijar Adalah Irving Langmuir Berasal dari Negara</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/litbangkabtasik.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/litbangkabtasik.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/litbangkabtasik.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/litbangkabtasik.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/litbangkabtasik.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/litbangkabtasik.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/litbangkabtasik.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/litbangkabtasik.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/litbangkabtasik.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/litbangkabtasik.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/litbangkabtasik.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/litbangkabtasik.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/litbangkabtasik.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/litbangkabtasik.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/litbangkabtasik.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/litbangkabtasik.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=30&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/17/nama-penemu-benda-benda-penting-di-seluruh-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9e23bdb01e8f6b513e6e34ae35a3387?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">litbangkabtasik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerjasama Penelitian</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/16/kerjasama-penelitian/</link>
		<comments>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/16/kerjasama-penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>litbangkabtasik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://litbangkabtasik.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai bentuk pengembangan jejaring dengan lembaga/instansi lain untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian, Pemerintah kabupaten Tasikmalaya telah melaksanakan program kerjasama penelitian dengan Univerisitas Padjadjaran Bandung. Program kerjasama ini merupakan realisasi dari MoU Bupati Tasikmalaya dengan Rektor Unpad. Implementasi kerjasama tersebut pada tahun 2007 yaitu dengan dilaksanakannya 4 penelitian dengan judul : Kajian pengembangan salak lokal Kabupaten [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=29&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai bentuk pengembangan jejaring dengan lembaga/instansi lain untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian, Pemerintah kabupaten Tasikmalaya telah melaksanakan program kerjasama penelitian dengan Univerisitas Padjadjaran Bandung. Program kerjasama ini merupakan realisasi dari MoU Bupati Tasikmalaya dengan Rektor Unpad.<span id="more-29"></span></p>
<p>Implementasi kerjasama tersebut pada tahun 2007 yaitu dengan dilaksanakannya 4 penelitian dengan judul :</p>
<ol>
<li>Kajian pengembangan salak lokal Kabupaten Tasikmalaya TA 2007;</li>
<li>Kajian masterplan agribisnis sayuran di kawasan Sariwangi Kab. Tasikmalaya;</li>
<li>Kajian produksi pupuk kompos serap tabur (Porsita);</li>
<li>Standarisasi mutu kompos (pengujian lengkap pupuk organik)</li>
</ol>
<p>Untuk tahun 2008 telah direncanakan kegiatan penelitian bagi peneliti-peneliti muda Unpad yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/litbangkabtasik.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/litbangkabtasik.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/litbangkabtasik.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/litbangkabtasik.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/litbangkabtasik.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/litbangkabtasik.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/litbangkabtasik.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/litbangkabtasik.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/litbangkabtasik.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/litbangkabtasik.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/litbangkabtasik.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/litbangkabtasik.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/litbangkabtasik.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/litbangkabtasik.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/litbangkabtasik.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/litbangkabtasik.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=29&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/16/kerjasama-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9e23bdb01e8f6b513e6e34ae35a3387?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">litbangkabtasik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pangan Tradisional, Alternatif Makanan Pokok</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/06/pangan-tradisional-alternatif-makanan-pokok/</link>
		<comments>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/06/pangan-tradisional-alternatif-makanan-pokok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 04:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>litbangkabtasik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://litbangkabtasik.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Kita tentu sepakat, jika pangan (makanan dan minuman) merupakan sesuatu yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Tanpa pangan, tidak mungkin ada keberlangsungan kehidupan bagi manusia. Bahkan Bung Karno (Presiden pertama Republik Indonesia) pernah menyatakan bahwa hidup matinya suatu bangsa ditentukan oleh ketahanan pangan negara tersebut. Pemｬbangunan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=28&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tentu sepakat, jika pangan (makanan dan minuman) merupakan sesuatu yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Tanpa pangan, tidak mungkin ada keberlangsungan kehidupan bagi manusia. Bahkan Bung Karno (Presiden pertama Republik Indonesia) pernah menyatakan bahwa hidup matinya suatu bangsa ditentukan oleh ketahanan pangan negara tersebut.<span id="more-28"></span></p>
<p>Pemｬbangunan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat, yang dimulai dari tingkat rumah tangga, regional kemudian nasional. Untuk mewujudkan ketahanan pangan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan penganekaragaman pangan menuju konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, serta menggali dan mengembangkan sumber-sumber pangan lokal yang ada.</p>
<p>Pangan tradisional mempunyai peranan strategis dalam upaya pengembangan penganekaragaman pangan di daerah untuk mendukung ketahanan pangan, karena bahan baku pangan tradisional tersedia secara spesifik lokasi. Pangan tradisional merupakan produk bercitarasa budaya tinggi yang berupa perpaduan antara kreasi mengolah hasil sumber daya lokal dengan selera berbumbu adat istiadat dan telah diwariskan secara turun temurun. Dengan demikian, pangan tradisional dapat dijadikan sarana untuk mewujudkan penganekaragaman pangan dalam memantapkan ketahanan pangan nasional. Pangan tradisional harus bisa menjadi &#8216;tameng&#8217; untuk mengantisipasi adanya pergeseran lempeng pengaruh urbanisasi, globalisasi, industrialisasi, promosi dan menyeret masyarakat cenderung menyukai makanan impor dan/atau makanan siap santap.</p>
<p>Kecintaan akan pangan tradisional ini sebenarnya sudah dimulai sejak lama, tepatnya pada tanggal 16 Oktober 1993, dimana saat itu  Indonesia telah mencanangkan Gerakan Nasional Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) oleh ibu negara Republik saat itu. Tetapi sayang gerakan ini jalannya seakan tersendat dan terseok, sangat berbeda dengan jalan pangan impor dan/atau pangan siap saji yang meluncur bagaikan roket.</p>
<p>Sebenarnya apakah masyarakat kita suka/cinta pangan tradisional?  Karena dari rasa suka/cinta ini kita bisa mulai untuk membuat strategi. Apakah mungkin pangan tradisional bisa menjadi alternatif pangan pokok? Pertanyaan yang cukup sederhana, tetapi menunggu jawaban yang implementatif.<br />
<!--more--><br />
<strong>A. Pangan Tradisional<br />
</strong><br />
Pangan lokal/tradisional adalah makanan dan minuman, termasuk makanan jajanan serta bahan campuran atau ingredients yang digunakan secara tradisional dan telah lama berkembang secara spesifik di daerah atau masyarakat Indonesia (Nuraida dan Dewanti-Hariyadi, 2001).  Selanjutnya Pangan Tradisional diolah dari resep yang telah lama dikenal oleh masyarakat setempat dengan menggunakan bahan-bahan yang diperoleh dari sumber lokal dan memiliki citarasa yang relatif sesuai dengan masyarakat setempat.</p>
<p>Indonesia memiliki jenis pangan lokal/tradisional yang sangat beragam, dimana hampir setiap daerah di Indonesia memiliki Pangan Tradisional yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut.  Produk Pangan Tradisional yang terdapat di Indonesia dapat diklasifikasikan berdasarkan karakteristiknya.  Menurut Winarno dkk (1999), Pangan Tradisional dapat diklasifikasikan menjadi makanan utama, kudapan atau jajanan dan minuman.  Produk pangan lokal ini menggunakan berbagai bahan baku yang hampir semuanya merupakan bahan baku lokal seperti umbi-umbian ataupun sumber karbohidrat lain, buah-buahan, rempah-rempah, kacang-kacangan dan lain-lain.</p>
<p>Dari kenyataan tersebut dapat dilihat bahwa potensi pengembangan Pangan Tradisional untuk mendukung program ketahanan pangan sangat terbuka lebar terutama untuk produk pangan yang diproduksi dari bahan baku sumber karbohidrat.  Mengingat Pangan Tradisional ini telah ada sejak lama dalam suatu masyarakat di suatu daerah maka pemilihan Pangan Tradisional sebagai pendukung program ketahanan pangan sangat tepat karena tidak memerlukan tahapan pengenalan ataupun perubahan prilaku konsumsi pangan di daerah yang bersangkutan.</p>
<p><strong>B. Diversifikasi Pangan Pokok</strong></p>
<p>Penganekaragaman pangan merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk membangun ketahanan pangan.  Dalam tataran kebijakan, Undang-undang No 7 Tahun 1996 tentang Pangan menyebutkan bahwa pemerintah bersama masyarakat bertanggung jawab mewujudkan ketahanan pangan.  Pemerintah menyelenggarkan pengaturan, pembinaan, pengendalian,dan pengawasan terhadap ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah dan mutunya, aman, bergizi, beragam, merata, dan terjangkau oleh daya beli masyarakat.  Sementara itu masyarakat berperan dalam menyelenggarakan produksi dan penyediaan, perdagangan dan distribusi, serta sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang aman dan bergizi.</p>
<p>Ditinjau dari kondisi agroekologi, Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan pangan pokok non-beras, akan tetapi kebanyakan pangan sumber karbohidrat tersebut selama ini masih tersisih sebagai pangan inferior.  Hal tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah tentang pangan pokok yang dirasakan masih belum mendukung perkembangan IPTEK dan riset yang mampu mendorong pengembangan diversifikasi pangan pokok non-beras.  Oleh karena itu upaya penganekaragaman ini harus terus ditingkatkan dengan semaksimal mungkin memanfaatkan sumberdaya lokal dan menekan ketergantungan pada pihak/negara lain, harus berbasis kemandirian dan memberikan dampak yang positif terhadap kesejaheraan petani dan pelaku agribisnis lainnya dalam negeri dengan tujuan akhir terjadinya keragaman pola konsumsi pangan masyarakat dengan parameter Pola Pangan Harapan.</p>
<p><strong>C. Pangan Tradisional Alternatif Sarapan Pagi<br />
</strong><br />
Hasil survei tentang Pangan Tradisional yang dilakukan di wilayah Jawa Barat, yang diwakili Kota/Kabupaten Sukabumi (mewakili daerah Pantai Selatan) dan Kabupaten Karawang (mewakili daerah Pantai Utara), setiap Kota/Kabupaten diwakili lima Kecamatan, dan setiap Kecamatan diwakili lima Desa/Kelurahan, serta setiap Desa/Kelurahan diambli 125 responden, menunjukan bahwa Pangan Tradisional secara umum sudah dikenal oleh mayoritas.  Hal ini terbukti, 100 % dari responden menjawab mereka mengenal Pangan Tradisional.</p>
<p>Selain mengenal Pangan Tradisional, 98 % dari responden menyatakan pernah mengkonsumsi Pangan Tradisional, dan sekitar 70 % menyatakan mengkonsumsi Pangan Tradisional setiap minggunya, serta sekitar 55 % dari responden menyatakan mengkonsumsi Pangan Tradisional saat sarapan (makan pagi).</p>
<p>Pangan Tradisional yang paling banyak dikenal dan dikonsumsi di Kota/Kabupaten Sukabumi menurut data survei, adalah : (1) Kue Basah (23%), (2) Gorengan (Ubi Jalar/Kayu Goreng, bala-bala, cireng, dll) (20%), (3) Kue Ali (10%), (4) Tahu (10%), dan (5) Mochi (9%).<br />
Sedangkan Pangan Tradisional yang paling banyak dikenal dan dikonsumsi di Kabupaten Karawang menurut data survei, adalah : (1) Kue Basah (14%), (2) Kue K (13%), (3) Mie Basah (12%), (4) Combro/Misro (11%), dan (5) Serabi (11%).</p>
<p><strong>D. Rekomendasi<br />
</strong><br />
Dilihat dari hasil survei yang sudah dilakukan serta studi pustaka, Pangan Tradisional di Wilayah Jawa Barat sudah dikenal dan biasa dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat.  Hal ini menunjukkan bahwa Pangan Tradisional di kedua daerah tersebut bisa diterima dengan baik, dan sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi pangan pokok alternatif.  Hal ini terbukti dari hasil survei sekitar 55 % masyarakat sudah biasa mengkonsumsi Pangan Tradisional untuk menjadi pangan pokok, yaitu saat sarapan (makan pagi).</p>
<p>Jenis Pangan Tradisional yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat di kedua daerah tersebut, yaitu kue basah, mie basah, gorengan, kue K, kue ali, tahu, mochi, combro/misro, dan serabi.  Ditinjau dari jenis-jenis Pangan Tradisional tersebut, dapat dilihat bahwa bahan baku utama yang digunakan untuk membuat Pangan Tradisional tersebut adalah jenis tepung-tepungan, yaitu tepung terigu, tepung beras dan tepung sagu.  Selain itu ada juga Pangan Tradisional yang menggunakan bahan baku utama singkong, ubi jalar dan kedelai.</p>
<p>Berdasarkan data survei yang sudah dilakukan dan didukung studi pustaka, maka dapat direkomendasikan bahwa percepatan penganekaragaman pangan perlu melibatkan pelaku usaha kecil menengah (UKM) penghasil Pangan Tradisional.  Percepatan dapat dilakukan dengan penguatan UKM, yaitu melalui peningkatan ketersediaan bahan baku, penguatan SDM, dan dukungan sektor terkait.  Secara lebih rinci dapat diuraikan sebagai berikut :</p>
<p>1. Penumbuhan industri penepungan yang menggunakan bahan baku lokal.  Di lihat dari sumber daya alam yang dimiliki, pengembangan industri tepung modifikasi singkong dan tepung ubi jalar sangat prosfektif dan relevan untuk dikembangkan di Jawa Barat.</p>
<p>2. Pengembangan industri kecil dan menengah Pangan Tradisional di wilayah Propinsi Jawa Barat, dengan cara sosialisasi lebih baik lagi tentang Pangan Tradisional, memberikan pelatihan kepada Usaha UKM dan/atau industri rumah tangga yang memproduksi Pangan Tradisional, untuk bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya, serta diversifikasi jenis Pangan Tradisional yang bisa mereka produksi.</p>
<p>3. Diperlukan dukungan dari Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah, pihak swasta, LSM, kalangan profesional, pers, maupun tokoh-tokoh masyarakat untuk  mendukung perkembangan IPTEK dan riset yang mampu mendorong pengembangan Pangan Tradisional.  Diharapkan Pemerintah Pusat maupun Daerah bisa memberikan/mengeluarkan kebijakan yang bisa mendukung program pengembangan pangan tradisional di wilayah Jawa Barat pada khususnya.  Kebijakan yang diharapkan diantaranya :</p>
<p>a. Revitalisasi pertanian ke arah lokal, yaitu pembangunan pertanian harus mengembangkan ide-ide lokal (local setting) yang muncul dalam konteks budaya setempat (culture setting) dengan diimplementasikan dengan cara-cara lokal sesuai budaya yang ada.</p>
<p>b. Kebijakan pemerintah untuk melindungi produk lokal, dari serangan produk luar (impor), sehingga petani dan pengusaha di Indonesia mendapat jaminan yang kuat untuk keberlangsungan usahanya dan tidak terlalu terpengaruh oleh arus globalisasi, yang sering memberikan solusi sesaat.</p>
<p>c. Kerjasama yang saling sinergi, saling mendukung dan saling menguntungkan, antara berbagai pihak yang terkait.  Hal ini bisa dimulai dengan pembentukan satu wadah/forum, yang terdiri dari pemerintah, swasta, kelompok profesional, LSM, pers dan tokoh-tokoh masyarakat. Wadah/Forum ini bisa mendiskusikan pelbagai masalah di seputar faktor yang dominan dan determinan menghambat terciptanya ketahanan, keterseidaan, keterjangkauan dan distribusi pangan di tingkat lokal. Faktor-faktor itu bisa berakar dari kondisi sosial masyarakat sendiri, tetapi juga bisa berasal dari persoalan ekonomi politik internasional yang muncul bersamaan dengan kapitalisme global. Pada saat negara-negara kapitalis secara sistematis sedang melakukan intervensi besar-besaran melalui berbagai macam saluran, termasuk pangan. Mereka sedang mendengungkan free market tetapi sebenarnya tidak melakukan fair market. Oleh karena itu apabila tidak disikapi dengan cermat dan hati-hati pemerintah lokal dan masyarakat pedesan bisa terjerat mengikuti kemauan para kapitalis global yang akan mengerogoti resources pedesaan.</p>
<p>d. Dukungan Pendanaan.  Semua pihak, terutama harus dimulai oleh  Pemerintah Daerah Jawa Barat sendiri, dengan mengalokasikan dana baik yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) maupun PAD untuk mendukung program-program yang terkait dengan pengembangan pangan tradisional. Pemda Jabar juga bisa meminta dukungan dana dari pemerintah pusat, serta mengajak pihak swasta baik dari wilayah Jabar maupun dari luar untuk investasi dalam pengembangan pangan tradisional.</p>
<p><strong>Pustaka :<br />
</strong>Broek.  1993 di dalam Nuraida dan Dewanti ・Hariyadi (ed). 2001.  Pangan Tradisional: Basis bagi Industri Pangan Fungsional dan Suplemen.  Pusat Kajian Makanan Tradisional.  IPB. Bogor.</p>
<p>Nuraida dan Dewanti ・Hariyadi (ed). 2001.  Pangan Tradisional: Basis bagi Industri Pangan Fungsional dan Suplemen.  Pusat Kajian Makanan Tradisional. IPB. Bogor.</p>
<p>Palmer, J.K. 1982. Carbohydrates in Sweet patato. Asia Vegetable Research and Development Center.  Shan hua, Tainan, Taiwan.</p>
<p>Winarno dkk (ed). 1999. Kumpulan Makanan Tradisional I.  Pusat Kajian Makanan Tradisional Perguruan Tinggi, Depdikbud.</p>
<p>Wiatzl, B. 1996.  Health-Promoting Effects of Phytochemicals. Proceedings of IUFost&#8217;96 Regional Symposium on Non-Nutritive Factors for Future Foods. Seoul.  Korea, October 10-11.</p>
<p><em>Penulis : Rinrin Jamrianti, Direktur PT SMEES (Small Medium Enterprise and Enpowerment Services) Indonesia, Pengamat dan Praktisi Agroindustri</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/litbangkabtasik.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/litbangkabtasik.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/litbangkabtasik.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/litbangkabtasik.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/litbangkabtasik.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/litbangkabtasik.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/litbangkabtasik.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/litbangkabtasik.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/litbangkabtasik.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/litbangkabtasik.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/litbangkabtasik.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/litbangkabtasik.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/litbangkabtasik.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/litbangkabtasik.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/litbangkabtasik.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/litbangkabtasik.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=28&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/06/pangan-tradisional-alternatif-makanan-pokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9e23bdb01e8f6b513e6e34ae35a3387?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">litbangkabtasik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembangkit Listrik Bertenaga Angin: Sebuah Alternatif Cerdas bagi Negeri Kepulauan</title>
		<link>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/06/pembangkit-listrik-bertenaga-angin-sebuah-alternatif-cerdas-bagi-negeri-kepulauan/</link>
		<comments>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/06/pembangkit-listrik-bertenaga-angin-sebuah-alternatif-cerdas-bagi-negeri-kepulauan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 04:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>litbangkabtasik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://litbangkabtasik.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini pengembangan dan penggunaan energi terbarukan (renewable energy) makin menjadi hal yang sangat penting. Apalagi dengan makin mengglobalnya isu emisi CO2 yang kontra terhadap pelestarian lingkungan global. Gegap-gempita upaya diversifikasi sumber energi tak pelak merambah Indonesia menyusul ditandatanganinya Inpres No.1/2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati. Tentu ini merupakan kondisi yang positif, momentum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=27&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewasa ini pengembangan dan penggunaan energi terbarukan (<em>renewable energy</em>) makin menjadi hal yang sangat penting. Apalagi dengan makin mengglobalnya isu emisi CO2 yang kontra terhadap pelestarian lingkungan global. Gegap-gempita upaya diversifikasi sumber energi tak pelak merambah Indonesia menyusul ditandatanganinya Inpres No.1/2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati. Tentu ini merupakan kondisi yang positif, momentum yang tepat bagi seluruh komponen bangsa terkait, untuk segera memikirkan dan mengambil langkah serius guna pengembangan sumber energi alternatif masa depan.<span id="more-27"></span></p>
<p>Dalam konteks Indonesia, sebenarnya ada sumber energi alternatif yang sudah sejak lama terlupakan, seperti potensi gelombang, arus atau angin laut di wilayah perairan Indonesia yang sangat melimpah. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan dua per tiga wilayahnya berupa lautan, maka tingkat ketersediaan sumber energi tersebut secara alamiah tak perlu diragukan lagi. Gelombang laut misalnya, telah menjadi sebuah potensi raksasa untuk memproduksi sumber energi yang bersih dan suatu perkiraan potensi sumberdayanya di seluruh dunia bisa mencapai antara 1 hingga 10 TW. Di samping itu, ladang-ladang pembangkit tenaga angin tidak lama lagi juga akan menjadi sangat prospektif sebagai sumber energi masa depan dunia.</p>
<p>Di antara negara-negara di kawasan Asia, yang tengah menggarapnya dengan serius akan potensi energi angin lepas pantai yang besar ini adalah Jepang. Berdasar minimnya sumber kekayaan mineral dan potensinya sebagai sebuah negara kepulauan, penelitian-penelitian serius dan aplikatif dalam bidang ini telah dan sedang dilakukan demi ketersediaan sumber energi mereka di masa depan.</p>
<p><!--more--></p>
<p><strong>Perkembangan Teknologi Turbin Angin</strong><br />
Turbin angin pertama sebagai pembangkit listrik adalah berupa sebuah kincir angin tradisional yang dibuat oleh Poul la Cour di Denmark lebih dari 100 tahun yang lalu. Berikutnya baru di awal abad ke-20, mulai ada mesin eksperimental untuk turbin angin ini. Pengembangan lebih serius baru dilakukan pada saat terjadi krisis minyak pada era 1970-an, dimana banyak pemerintah di seluruh dunia mulai menggelontorkan dana untuk riset dan pengembangan sumber energi alternatif. Di awal 80-an, terlihat pengembangan utama dilakukan di California dengan pembangunan ladang pembangkit listrik turbin angin dengan ratusan turbin kecil, sehingga sampai akhir dekade tsb sudah terbangun 15.000 turbin angin dengan kapasitas pembangkit total sebesar 1.500 MW di daerah itu (Ackermann &amp; Ser, 2000). Namun seiring dengan makin stabilnya harga minyak dunia di era 80-an tsb yang diikuti dengan pemangkasan subsidi pemerintah untuk dana pengembangan turbin angin ini, maka banyak perusahan turbin angin mulai gulung tikar.</p>
<p>Namun hal ini tidak terjadi di Denmark, dimana pemerintah tetap mendukung secara kontinyu serta mengawal pengembangan teknologi turbin angin ini. Akibatnya teknologi dasar mereka tetap terpelihara dan tidak menghilang. Sehingga pada saat pasar energi angin kembali menguat di awal 90-an, banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang ini mampu merespon dengan cepat, walhasil mereka cukup berhasil mendominasi pasar hingga saat ini. Dari sini dapat kita catat bahwa dasar keberuntungan dari energi terbarukan untuk saat ini adalah lebih berdasar pada kebutuhan yang solid untuk pengurangan perubahan iklim dan meningkatnya otonomi energi, bukan pada fluktuasi alami dari harga minyak dunia.</p>
<p>Sejauh ini, sebagian besar ladang turbin angin yang terpasang masih di daratan. Hasil studi yang dilakukan oleh DEWI tahun 2004 yang lalu, &#8220;WindEnergy-Study 2004-Assesment of the Wind Energy Market until 2012&#8243;, menunjukkan optimisme bahwa pelipatgandaan kapasitas terpasang turbin angin di seluruh dunia dari 4~150.000 MW bisa tercapai (Gambar 1-kiri). Hasil studi pasar lainnya oleh BTM Consult ApS di tahun yang sama, &#8220;World Market update 2003&#8243;, juga menunjukkan kecenderungan yang serupa. Hingga sekitar tahun 2002, kapasitas total terpasang untuk turbin angin di darat berkisar 24 GW dan lebih dari 3 tahun terakhir, laju instalasi per tahunnya telah mencapai 4 GW. Saat ini laju rata-rata turbin terpasang secara internasional sudah mendekati 1 MW per unit (Gambar 1-kanan). Dengan keberhasilan pengembangan dalam skala yg ekonomis tersebut, saat ini energi angin sudah mampu bersaing dengan pembangkit listrik tradisional seperti batubara maupun nuklir untuk daerah dimana kaya akan potensi angin.</p>
<div><img style="width:472px;height:209px;" src="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta1.JPG" alt="" width="450" height="181" /></div>
<p align="center"><strong>Gambar 1. Kiri: Pengembangan kapasitas terpasang turbin angin beserta prediksinya hingga tahun 2012 (Klose &amp; Dalhoff, 2005), Kanan: Kapasitas terpasang tahunan dan dimensi rata-rata turbin angin (Henderson et al., 2002a).</strong></p>
<p>Dari sisi teknologi, berbagai konsep disain turbin angin telah banyak dikembangkan hingga saat ini. Sebuah disain turbin &#8220;standart&#8221; telah diawali khususnya di Denmark dan Jerman yang sudah terbukti dengan baik performansinya dan telah menyebar ke seluruh dunia sejak awal tahun 1980-an. Turbin ini terdiri dari sebuah rotor 3 daun dengan sebuah sumbu penghubung horizontal yang ditopang oleh semacam stuktur tower (Gambar 2). Untuk turbin angin lepas-pantai, beberapa aspek disain tambahan harus diperhatikan, misalnya proteksi terhadap lingkungan yang korosif, masalah pemasangan dan perbaikan turbin di lokasi operasi serta transportasi dan instalasi dari struktur penopangnya (Klose &amp; Dalhoff, 2005).</p>
<p>Seperti terlihat pada Gambar 2, dimensi dari turbin angin telah mengalami pertumbuhan cukup signifikan selama kurun waktu 20 tahun belakangan. Salah satu faktor pembatasnya yang paling penting adalah terletak pada teknolgi produksi dari daun rotor besar yang terbuat dari bahan fiber-reinforced plastics (FRP). Di awal tahun 80-an, output rata-rata dari sebuah turbin angin baru mencapai 30~50 kW. Namun sampai tahun 2005 sudah meningkat pesat hingga mencapai 1.500~2.000 kW untuk diameter rotor rata-rata 80 meter, bahkan bisa mencapai 5.000 kW dengan diameter rotor rata-rata 115 meter.</p>
<div><img style="width:476px;height:262px;" src="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta2.JPG" alt="" width="450" height="232" /></div>
<p align="center"><strong>Gambar 2. Pertumbuhan dimensi turbin angin hingga tahun 2005 (Klose &amp; Dalhoff, 2005).</strong></p>
<p>Saat ini, angin sebagai sebuah sumber energi telah dan sedang tumbuh dengan laju pertumbuhan cukup tinggi, rata-rata per tahun mencapai 25%. Hal ini menjadikannya sebagai satu sumber energi dengan laju pertumbuhan tercepat di dunia sejak 1990. Lima pasar terbesar untuk energi angin saat ini adalah di negara Jerman, Spanyol, Amerika Serikat, Denmark dan India. Dengan ini pula, bahwasanya untuk saat ini, energi angin sudah memiliki daya saing ekonomis, ditambah lagi sifatnya yang tidak menimbulkan polusi, sangatlah menjanjikan sebagai sumber energi alternatif era milenium.</p>
<p><strong>Upaya Negara Jepang</strong><br />
Selain turbin angin yang dipasang di darat (land-based), sudah banyak pula ladang turbin angin lepas pantai (tipe terpancang di dasar laut) yang dibangun di perairan dangkal seperti di wilayah negara-negara Eropa (Henderson et al., 2002a, Zaaijer &amp; Henderson, 2004). Dalam dekade ini, di USA dan Kanada juga dikembangkan beberapa pembangkit energi tenaga angin lepas pantai di perairan Massachusetts (Manwell et al., 2001). Di Jepang, kapasitas kumulatif turbin angin di darat mengalami peningkatan cukup tajam; hingga akhir tahun 2002, kapasitas kumulatifnya mencapai 350 MW. Pemerintah Jepang mematok target nasional pengembangan pembangkit energi angin sebesar 3.000 MW pada tahun 2010 hanya untuk turbin angin darat saja (Kogaki et al., 2003).</p>
<p>Selain itu banyak hasil studi menunjukkan bahwa sumber-sumber angin potensial yang signifikan kebanyakan berada di daerah perairan cukup dalam sehingga teknologi yang saat ini dikembangkan untuk proyek-proyek di Eropa kurang relevan. Sehingga diprediksikan pengembangan turbin angin lepas-pantai di Jepang bakal membutuhkan waktu relatif lebih panjang (Kogaki et al., 2001). Untuk Jepang, karena sebagian besar wilayah perairan lepas pantainya berupa laut dalam, maka diperlukan konsep lain untuk pengembangan turbin angin lepas pantai ini (Henderson et al., 2002b, Kogaki et al., 2003). Dari sinilah kemudian berbagai konsep pengembangan ladang turbin angin lepas-pantai dan terapung untuk perairan dalam bermunculan. Kunci dari teknologi turbin angin terapung ini terletak pada performansi kekuatan struktur dan kehandalan sistim penjaga posisinya (station-keeping system). Sistim tambat catenary konvensional menjadi tidak efektif lagi bila dipakai untuk struktur terapung yang sangat panjang (dalam order kilometer) yang beroperasi di perairan dengan kedalaman ratusan meter.</p>
<p>Kogaki et al. (2003) merumuskan tiga konsep turbin angin lepas-pantai: 1) jenis tepancang di dasar laut untuk daerah dekat pantai (bottom-fixed type for near-shore wind plants), 2) jenis terapung untuk area lepas-pantai (floating type for offshore wind plants), dan 3) jenis turbin angin mampu-layar untuk area lepas-pantai lebih jauh (sailing type for far-shore wind plants). Sementara itu, khusus untuk jenis turbin angin terapung, Henderson et al. (2002b) menawarkan empat jenis konsep struktur penopangnya; 1) jenis Semi-Submersible, 2) jenis struktur Tension Leg Platforms (TLPs) atau Tensioned Buoyant Platforms (TBPs), 3) jenis Spar-buoys dan 4) jenis struktur Spaceframe. Semua jenis struktur ini tidak lain diadopsi dari konsep teknologi anjungan lepas-pantai yang sudah lebih dulu diaplikasikan dalam bidang migas. Di sini akan dijelaskan secara singkat satu konsep turbin angin terapung jenis &#8220;Hexa-float&#8221; dan satu konsep turbin angin lainnya dari jenis terapung mampu-layar.</p>
<p>Bulan Nopember 2002, sebuah prototype jenis Hexa-float sudah dibuat di perairan Teluk Okinawa. Sebuah komponen struktur pengapungnya berbentuk hexagonal datar dengan panjang sisinya masing-masing 10 meter, massa 480 ton, volume 650 m3 dengan daya apung 170 ton (Gambar 3-kiri). Satu unit turbin angin jenis ini tersusun dari 7 buah hexa-float serta dirancang agar tidak tenggelam meskipun sebagian pengapungnya rusak dan direncanakan mampu untuk menopang sebuah turbin angin berkapasitas 10 kW. Antar unit &#8220;hexa-float&#8221; dapat dirangkai dengan mudah dan fleksibel dengan fender karet dan kabel, sehingga memungkinkan dibangun suatu gugusan besar hingga membentuk sebuah &#8220;mega-float&#8221; (Gambar 3-kanan).</p>
<div><img style="width:478px;height:216px;" src="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta3.JPG" alt="" width="450" height="157" /></div>
<p align="center"><strong>Gambar 3. Ladang pembangkit listrik tenaga angin terapung (floating wind farm) dengan sistim Hexa-float; Kiri: prototype Hexa-float dengan dasar bentuk hexagon, panjang sisi 10 m, Kanan: ilustrasi konsep ladang turbin angin terapung kapasitas besar gabungan dari jenis Hexa-float (Kogaki et al., 2003).</strong></p>
<p align="left">Sementara itu untuk turbin angin jenis terapung mampu-layar, Inoue et al. (2005) menggagas konsep baru struktur terapung dengan bentuk yang unik (Gambar 4). Struktur ini tersusun dari kolom-kolom berpenampang sayap (wing shaped struts) dan elemen lambung bawah yang ramping (slender shaped lower hulls) yang diperkirakan akan sangat menjanjikan di masa depan sebagai sebuah ladang turbin angin jenis terapung mampu-layar. Struktur apung ini memiliki kemampuan bergerak mandiri (self-mobile capability) dengan kemampuan manuver yang efektif di wilayah lepas pantai karena adanya gaya angkat yang ditimbulkan oleh elemen-elemen struktur struts-nya.</p>
<div><img src="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta4.JPG" alt="" width="350" /></div>
<p align="center"><strong>Gambar 4. Ladang pembangkit listrik tenaga angin terapung mampu-layar (sailing type floating wind farm) dengan sistim tanpa tali tambat (mooring-less system) [Inoue et al., 2005].</strong></p>
<p>Pada prinsipnya, jenis terapung mampu-layar ini diintroduksikan untuk dapat menjangkau daerah lebih-kaya-angin di kawasan lepas-pantai yang lebih jauh, serta mampu memproduksi sumber energi sekunder seperti hidrogen. Sistim ini beroperasi tanpa sistim tali tambat, sehingga diperlukan teknologi baru yang harus dikembangkan yang mana diprediksikan sistim komersialnya baru bisa direalisasikan dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang.</p>
<p align="left"><strong>Turbin Angin di Masyarakat</strong><br />
a) Contoh di Amerika<br />
Di Amerika Serikat, sumber-sumber angin banyak dijumpai di sebagian besar wilayahnya, baik dengan potensi sedang hingga besar. Hal ini menyebabkan tenaga angin menjadi sebuah pemasok tenaga listrik potensial dan layak untuk berbagai keperluan. Bahkan turbin angin kecil misalnya, yang berkapasitas di bawah 100 kW, sudah dapat digunakan untuk keperluan skala rumah tangga, ladang-ladang dan kebun, peternakan, perusahaan kecil dan juga untuk telekomunikasi. Sistim turbin angin kecil ini bisa dipergunakan secara mandiri di luar sistim jaringan listrik, dan ini biasa dikenal dengan sebutan aplikasi mandiri (stand-alone) atau luar-jaringan (off-grid). Contohnya, sistim pembangkit kombinasi angin-disel luar-jaringan di daerah terpencil seperti Alaska, terbukti mampu meningkatkan kehandalan sistim dan sekaligus menurunkan ongkos bahan bakar.</p>
<div><img style="width:228px;height:314px;" src="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta5.JPG" alt="" width="350" height="443" /></div>
<p align="center"><strong>Gambar 5. Contoh sebuah turbin angin kecil yang bisa dipergunakan secara mandiri di luar sistim jaringan untuk keperluan skala rumah tangga (Departemen Energi USA, </strong><a href="http://www.eere.energy.gov/"><strong>http://www.eere.energy.gov/</strong></a><strong>).</strong></p>
<p>Sementara itu, kategori turbin angin besar (utility-scale) memiliki rentang kapasitas antara 100 kW hingga 1~2 MW. Gabungan dari puluhan hingga ratusan turbin besar ini dapat dihubungkan dengan sistim jaringan listrik untuk membentuk suatu ladang turbin angin yang mampu mensuplai energi listrik untuk sebuah komunitas/daerah yang lebih besar/luas (Gambar 6). Banyak perusahaan penyedia sumber energi melihat bahwa ladang turbin angin ini telah menjelma menjadi sebuah pembangkit energi bersih (clean power) yang ramah lingkungan. Sehingga tidak mengherankan bila saat ini jumlah ladang angin di USA makin bertambah dengan cepatnya.</p>
<div><img style="width:482px;" src="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta6.JPG" alt="" width="450" height="227" /></div>
<p align="center"><strong>Gambar 6. Kiri: Foto sebuah ladang turbin angin di daerah Alaska-USA, Kanan: Ilustrasi gabungan dari puluhan hingga ratusan turbin angin skala besar yang dihubungkan dengan sistim jaringan listrik untuk membentuk suatu ladang turbin angin (Departemen Energi USA, </strong><a href="http://www.eere.energy.gov/"><strong>http://www.eere.energy.gov/</strong></a><strong>). </strong></p>
<p>Dengan demikian, selain tenaga angin telah mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dengan menghasilkan jenis energi-bersih, juga potensial untuk turut memperkuat ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja baru dalam lingkup bidang energi angin ini. Di samping itu keberadaannya akan makin memperkuat ketahanan energi dengan menyediakan sumber energi domestik yang handal dan mandiri.</p>
<p>b) Contoh di Indonesia<br />
Lain di Amerika, lain pula di Indonesia. Sebuah pilot project sederhana bertemakan renewable energy telah dimulai oleh kolega penulis di ITS, Ridho Hantoro ST., MT., hingga memenangkan Brits Award for Poverty Alleviation 2006. Proyek ini adalah pembuatan turbin angin pembangkit listrik di Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Turbin angin berdiameter rotor 4 meter dengan 6 buah daun aluminium ini mampu menghasilkan daya hingga 1 kW dengan tiang penopang setinggi 8 meter.</p>
<p>Latar belakang sosial dan teknis pembuatan turbin angin ini antara lain: 1) Pulau Sapeken sangat kecil, bahkan lebih kecil dari kampus ITS (luas areal ITS 180 hektar), namun penduduknya cukup padat. Keberadaan listrik disana sangat memprihatinkan. Listrik hanya dinyalakan dari jam 17.00 hingga 06.00. Kalau kena black out, tidak ada listrik sama sekali disana. 2) Sapeken termasuk pulau terpencil, untuk mencapainya harus menggunakan kapal perintis yang hanya beroperasi sepuluh hari sekali. Hal ini menyebabkan pasokan bahan bakar termasuk solar pun langka sehingga harganya menjadi sangat mahal. Keberadaan diesel yang dimiliki beberapa penduduknya juga tak banyak membantu karena harga solar yang mahal. 3) Karena posisinya yang berbatasan dengan laut, kecepatan angin di pulau ini sangat kencang yakni sekitar 4-5 meter per detik.</p>
<p>Uji coba terhadap Turbin angin dengan komponen local content ini mencatat tegangan keluaran sebesar 70 Volt, dengan daya yang dihasilkan berkisar 0,7 hingga 1 kW. Energi listrik dari turbin ini sudah dapat dipakai untuk penerangan jalan di sekitar Kecamatan. Permintaan pemasangan turbin angin serupa sudah mulai muncul dari masyarakat sekitar (ITS Online, 2006).</p>
<p>Kalau kita berpikir bahwa Indonesia memiliki sekitar 17.508 pulau (data dari Indonesian Naval Hydro-Oceanographic Office) dan pada kenyataannya operasional PLN tidak sanggup untuk membiayai pemasangan listrik hingga ke pulau-pulau terpencil seperti ini, maka teknologi sederhana seperti ini tentu sangat relevan untuk dikembangkan dan digalakkan. Edukasi pada masyarakat tentang pemahaman bahwa angin juga bisa menghasilkan energi listrik perlu dipahami sebagai suatu kebutuhan urgen yang harus segera direalisasikan secara intensif, bertahap dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Penutup</strong><br />
Demikian uraian singkat tentang perkembangan teknologi turbin angin baik untuk aplikasi di daratan maupun di daerah lepas-pantai. Kegigihan dan keseriusan Jepang dalam mengembangkan teknologi ini patut dijadikan contoh dan teladan bagi kita demi ketahanan energi kita di masa datang. Saat ini energi angin tidak hanya berpotensi untuk keperluan skala besar, namun sudah kompetitif untuk aplikasi dalam masyarakat umum. Untuk Indonesia, tentu kondisi seperti di Pulau Sapeken tersebut tidak berbilang sepuluh, dua puluh; akan tetapi ratusan bahkan ribuan, bukan? Sampai kapan kondisi demikian dibiarkan?</p>
<p>Dengan penuh harapan, &#8220;tren bahan bakar nabati&#8221; yang terjadi saat ini tidak melalaikan kita akan potensi sumber energi lainnya seperti energi angin, yang mana tidak ada polemik lagi perihal ketersediaannya, yang belum tergarap secara optimal. Melalui momentum Inpres No.1/2006 tersebut justru seharusnya mampu menciptakan peluang-peluang lainnya dalam rangka penganekaragaman sumber energi, jangan malah mengebiri ruang-ruang pengembangan lainnya secara regulatif yang sistematis. Semoga saja.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka<br />
</strong>Ackermann, T. &amp; Ser L., 2000, &#8220;Wind energy technology and current status: a review&#8221;, Renewable &amp; Sustainable Energy Reviews, Vol. 4, 2000.</p>
<p>Henderson, A.R., Morgan, C., Barthelmie, R., Smith, B., Sorensen, H.C. and Boesmans, B., 2002a, &#8220;Offshore Wind Energy 乏eview of the State-of the Art&#8221;, ISOPE-2002, pp.494-498, Japan.</p>
<p>Henderson, A.R., Leutz, R. and Fujii, T., 2002b, &#8220;Potential for Floating Offshore Wind Energy in Japanese Waters&#8221;, ISOPE-2002, pp.505-512, Japan.</p>
<p>ITS Online, 2006, &#8220;Rancang Wind Turbin Generator, Raih Brits Award&#8221;, 23 November 2006, 15:23:11, <a href="http://www.itc.ac.id/">www.itc.ac.id</a>.</p>
<p>Klose, M., and Dalhoff, P., 2005, &#8220;Certification of Offshore Wind Farms&#8221;, ISOPE-2005, pp. 449-456, Korea.</p>
<p>Kogaki, T., Matsumiya, H. and Nagai, M., 2003, &#8220;Technical and Economic Aspects of Offshore Wind Energy Development in Japan&#8221;, ISOPE-2003, pp.289-293, USA.</p>
<p>Kogaki, T., Matsumiya, H., Ushiyama, I., Nagai, H., Higashino, M., Iwasaki, N., Nakao, T., Ogawa, S., 2001, &#8220;Prospect of Offshore Wind Energy Development in Japan, European Special Topic Conference on Offshore Wind Energy&#8221;, Brussels, December 2001.</p>
<p>Manwell, J.F., Rogers, A., McGowan, J.G., 2001, &#8220;Assessment of the Massachusetts Offshore Wind Energy Resource&#8221;, European Wind Energy Conference, Copenhagen, July 2001.</p>
<p>Zaaijer, M.B. and Henderson, A.R., 2004, &#8220;Review of Current Activities in Offshore Wind Energy&#8221;, ISOPE-2004, Toulon, pp.101-108.</p>
<p><em>Rudi Walujo Prastianto,<br />
Dosen Jurusan Teknik Kelautan, ITS Surabaya.<br />
Mahasiswa Program Doktor di Department of Marine System Engineering, Osaka Prefecture University &#8211; JAPAN. Peneliti bidang Teknologi Bangunan Lepas-pantai Laut-dalam (Deepwater Offshore Structures Technology).</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/litbangkabtasik.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/litbangkabtasik.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/litbangkabtasik.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/litbangkabtasik.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/litbangkabtasik.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/litbangkabtasik.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/litbangkabtasik.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/litbangkabtasik.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/litbangkabtasik.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/litbangkabtasik.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/litbangkabtasik.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/litbangkabtasik.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/litbangkabtasik.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/litbangkabtasik.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/litbangkabtasik.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/litbangkabtasik.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=litbangkabtasik.wordpress.com&amp;blog=3604392&amp;post=27&amp;subd=litbangkabtasik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://litbangkabtasik.wordpress.com/2008/05/06/pembangkit-listrik-bertenaga-angin-sebuah-alternatif-cerdas-bagi-negeri-kepulauan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9e23bdb01e8f6b513e6e34ae35a3387?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">litbangkabtasik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta1.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta2.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta3.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta4.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta5.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.beritaiptek.com/images/rudiplta6.JPG" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
